Kamis, 13/06/2024 - 00:51 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

INTERNASIONALTIMUR TENGAH

Ungkapan Isi Hati Anak Gaza di Palestina Saat Idul Fitri di Pengungsian

 JAKARTA — Momen Idul Fitri atau Lebaran bagi sebagian banyak orang di dunia termasuk di Indonesia adalah momen bahagia. Di momen Idul Fitri, keluarga berkumpul dan biasanya melakukan makan bersama.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses atas Dilantiknya Daddi Peryoga sebagai Kepala OJK Provinsi Aceh

Namun, bagi anak-anak Gaza di Palestina, momen Idul Fitri tetap menjadi momen kesedihan dan duka cita. Keluarga mereka sudah tidak utuh lagi, banyak anak-anak Gaza yang menjadi yatim dan piatu, akibat tentara Zionis Israel menjajah dan melakukan pembunuhan masif terhadap rakyat Palestina. 

ADVERTISEMENTS
Menuju Haji Mabrur dengan Tabungan Sahara Bank Aceh Syariah

Dalam sebuah video di X, ada seorang anak Palestina yang masih kecil tidak bisa menyembunyikan kesedihannya di raut wajahnya. Dia adalah satu dari sekian banyak anak-anak Palestina di pusat pengungsian di Gaza.

ADVERTISEMENTS
Selamat Menunaikan Ibadah Haji bagi Para Calon Jamaah Haji Provinsi Aceh

Anak Palestina itu mengatakan sesuatu yang sangat memilukan di momen Idul Fitri.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh
ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda

“Ini bukan Idul Fitri, ini kesedihan. Sebenarnya ini bukan Idul Fitri, jika ini Idul Fitri, ayah saya masih bersama kami, dan kami akan tetap memiliki paman bersama kami,” kata anak Palestina itu dalam video yang diunggah pada X oleh akun @doamuslims pada 11 April 2024. 

ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 2024
Berita Lainnya:
AS Sayangkan Latihan Militer Cina di Sekitar Taiwan

“(Jika ini Idul Fitri) kami akan bahagia saat ini, kami akan berada di rumah kami, kamu tidak akan bisa merekam saya, (karena) kami akan mengunjungi bibiku, ini bukan Idul Fitri, ini adalah kesedihan,” ujar anak yang tinggal di pengungsian di Gaza itu.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

Saat anak Palestina itu ditanya, “Kemana ayah kamu pergi?” 

ADVERTISEMENTS
Selamat dan Sukses kepada Pemerintah Aceh atas Capai WTP BPK

Anak korban kekejaman Israel itu menjawab, “Ayah saya dikepung di Al-Shifa (kompleks medis) dan (penjajah) mengambilnya.” 

ADVERTISEMENTS

“Kita tidak tahu, apakah mereka membunuhnya (membunuh ayah saya) atau tidak, dan kami juga kehilangan paman saya,” ujar anak Palestina yang tidak bisa menyembunyikan kesedihannya pada raut wajahnya. 

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action
Berita Lainnya:
Nakba: Momen yang Menentukan dalam Sejarah Palestina
ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Bayar Jalan tol dengan Pencard

Anak Palestina ditanya lagi, “Apakah kamu kesal di momen Idul Fitri ini?” 

Anak Palestina itu menjawab, “Ya karena ini bukan Idul Fitri.”

Demikian ungkapan isi hati anak Palestina yang menjadi korban kejamnya penjajahan oleh Israel. 

Idul Fitri jika diartikan maknanya adalah hari raya untuk makan. Biasanya keluarga berkumpul di kampung halaman dan melakukan makan bersama dalam suasana sukacita. Namun, bagi anak-anak Gaza, Idul Fitri bukan hari raya untuk makan tapi adalah kesedihan.

Anak-anak Gaza kehilangan ayah dan paman mereka. Bahkan ramai diberitakan mereka kekurangan makanan dan minuman. Sementara, Zionis Israel dengan tidak berprikemanusiaan terus menjajah dan membunuh rakyat Palestina.

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

وَلَمَّا جَاءَهُمْ رَسُولٌ مِّنْ عِندِ اللَّهِ مُصَدِّقٌ لِّمَا مَعَهُمْ نَبَذَ فَرِيقٌ مِّنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ كِتَابَ اللَّهِ وَرَاءَ ظُهُورِهِمْ كَأَنَّهُمْ لَا يَعْلَمُونَ البقرة [101] Listen
And when a messenger from Allah came to them confirming that which was with them, a party of those who had been given the Scripture threw the Scripture of Allah behind their backs as if they did not know [what it contained]. Al-Baqarah ( The Cow ) [101] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi